Karang Taruna Se-Jawa Tengah Gelar Rakor 2026 di Boyolali, Perkuat Peran Strategis sebagai Pilar Sosial

0
IMG-20260718-WA0105

BOYOLALI – Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Karang Taruna Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Boyolali pada 17–18 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran Karang Taruna dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Konsolidasi Organisasi untuk Meningkatkan Peran Strategis Karang Taruna Selaku Pilar Sosial”, rakor diikuti oleh pengurus Karang Taruna dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kelembagaan, sinkronisasi program kerja, serta peningkatan kapasitas organisasi dalam mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Boyolali, Muhammad Shoma, dalam sambutannya memberi ucapan selamat datang kepada para peserta rakor, apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Boyolali sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rakor Karang Taruna tingkat provinsi.

“Momentum ini menjadi sarana mempererat sinergi antar-pengurus Karang Taruna se-Jawa Tengah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan, khususnya dalam pemberdayaan generasi muda,” ujar Muhammad Shoma.

Rakor turut dihadiri jajaran pimpinan Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah, yakni Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah I Gede Ananta Wijaya P., S.T., M.M., Sekretaris Yuli Krisdiyanto, S.E., dan Bendahara M. Tito S. Wiryowidagdo, S.E., M.M.

Dalam forum tersebut, Karang Taruna menegaskan kembali perannya sebagai organisasi sosial kepemudaan yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat. Konsolidasi organisasi dinilai penting untuk menyamakan visi dan arah gerak seluruh pengurus Karang Taruna di tingkat kabupaten dan kota.

Hadir mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Isriadi Widodo, Ahli Kesejahteraan Sosial, yang menyampaikan pentingnya penguatan kapasitas organisasi kepemudaan dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.

Menurutnya, Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai wadah pengembangan generasi muda sekaligus motor penggerak berbagai program kesejahteraan sosial di tingkat akar rumput.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Boyolali, Drs. Susilo Hartono, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendukung berbagai program Karang Taruna yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi produktif, serta peningkatan kepedulian sosial.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta rakor membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari evaluasi program kerja organisasi, penguatan jaringan antarwilayah, hingga penyusunan rekomendasi dan langkah taktis untuk menjawab tantangan sosial-ekonomi di masa mendatang.

Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah, I Gede Ananta Wijaya P., menyampaikan bahwa konsolidasi organisasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Karang Taruna yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui Rakor 2026 ini, Karang Taruna Jawa Tengah diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran sebagai pilar sosial, melahirkan inovasi kepemudaan, memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan aksi kesetiakawanan sosial yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *