KUNJUNGI PETANI KOPI MILENIAL BOYOLALI, KARANG TARUNA JATENG DORONG PENGEMBANGAN BUMKT BERBASIS POTENSI LOKAL
BOYOLALI – Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah bersama jajaran pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah dan seluruh Ketua Karang Taruna Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah melakukan kunjungan lapangan ke petani kopi milenial binaan Karang Taruna Kabupaten Boyolali di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang berlangsung pada 17–18 Juli 2026 di Kabupaten Boyolali. Melalui kunjungan ini, para peserta rakor diajak melihat secara langsung praktik pengelolaan usaha kopi yang dikembangkan generasi muda di wilayah lereng Merapi-Merbabu.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah terjun langsung ke area perkebunan untuk menyaksikan sekaligus mempelajari proses budidaya kopi, mulai dari penanaman, perawatan tanaman, hingga proses petik panen. Para peserta juga berdialog dengan para petani muda mengenai tantangan dan peluang pengembangan komoditas kopi sebagai sumber ekonomi masyarakat desa.

Usai meninjau perkebunan, rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah produksi yang berada tidak jauh dari lokasi kebun. Di tempat tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pascapanen, mulai dari proses penyortiran, filtrasi, pengeringan, hingga pengolahan biji kopi sebelum siap dipasarkan maupun diolah menjadi produk bernilai tambah.
Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus inspirasi bagi pengurus Karang Taruna di seluruh Jawa Tengah dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis kewirausahaan pemuda.
Menurutnya, pengembangan usaha kopi yang dilakukan petani milenial binaan Karang Taruna Kabupaten Boyolali menjadi contoh nyata bagaimana organisasi kepemudaan dapat berperan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja bagi generasi muda.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan terobosan terbaru Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah yang tengah menggagas pembentukan Badan Usaha Milik Karang Taruna (BUMKT). Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan unit-unit usaha produktif yang dikelola Karang Taruna dengan memanfaatkan potensi unggulan di masing-masing daerah.
Melalui BUMKT, Karang Taruna diharapkan tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat. Potensi kopi yang dikembangkan di Desa Samiran dinilai dapat menjadi salah satu model usaha yang dapat direplikasi oleh Karang Taruna di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan diskusi dan pertukaran pengalaman antara pengurus Karang Taruna se-Jawa Tengah dengan para petani kopi milenial. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi, memperluas jejaring usaha, serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi ekonomi yang berbasis potensi lokal dan dikelola oleh generasi muda.
