Ratusan Calon Ketua PAC PDI Perjuangan se Solo Raya Jalani Tes Wawancara di kantor DPC PDI Perjuangan Surakarta

0
Calon ketua PAC PDI Perjuangan Se Solo Raya sedang mengikuti tesr wawancara. foto istimewa

Calon ketua PAC PDI Perjuangan Se Solo Raya sedang mengikuti tesr wawancara. foto istimewa

Idnews.id, Surakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah menggelar tes wawancara bagi calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) secara serentak di enam wilayah Karesidenan pada Sabtu-Minggu 2-3 Mei 2026. Untuk wilayah Karesidenan Surakarta, tes dipusatkan di Kantor DPC PDI-Perjuangan Kota Surakarta.

Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari tes tertulis online yang telah dilaksanakan dua minggu sebelumnya. Tercatat sebanyak 4.819 peserta se-Jawa Tengah memperebutkan posisi strategis di tingkat kecamatan tersebut.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Sumanto yang hadir memantau langsung proses di Solo, menegaskan bahwa tes wawancara ini sangat krusial karena menyangkut struktur inti partai. Materi yang diujikan meliputi pemahaman ideologi hingga kemampuan manajerial di lapangan.

“Ini terkait dengan ideologi partai, sejarah kepartaian calon, hingga project management di tingkat kecamatan. Kami ingin melihat jejak rekam mereka, pengalaman di partai, serta kepatuhan terhadap instruksi Ibu Ketua Umum dan ajaran Bung Karno,” ujar Sumanto saat ditemui di Kantor DPC PDI Perjuangan Surakarta.

Sekretaris DPD PDI-P Jawa Tengah Sumanto  menyampaikan tahapan test wawancara calon Ketua PAC PDI-P di kantor DPC PDI-P Surakarta, Sabtu 2 Mei 2026

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Sumanto menyampaikan tahapan test wawancara calon Ketua PAC PDI Perjuangan di kantor DPC PDI Perjuangan Surakarta, Sabtu 2 Mei 2026.

Sumanto menambahkan bahwa penilai dalam wawancara ini berasal dari internal partai, termasuk pengurus DPD, anggota Fraksi, hingga anggota DPR RI. Hal ini dilakukan karena internal partai dinilai paling memahami kebutuhan struktur organisasi di wilayah masing-masing.

Terkait sistem kelulusan, Sumanto menjelaskan bahwa hasil wawancara ini akan dikolaborasikan dengan hasil tes online. Meski ada standar tertentu, penilaian tidak hanya terpaku pada angka tertinggi (passing grade), melainkan pada kapasitas kepemimpinan di wilayah.

Ribut Budi Santoso sedang mewawancarai salah satu calon ketua PAC PDI Perjuangan. foto istimewa

sementara itu Ribut Budi Santoso, menambahkan “Dipartai itu tidak hanya soal nilai tertinggi. Ada kriteria tertentu untuk bisa memimpin di suatu wilayah kecamatan. Semuanya disesuaikan dengan AD/ART partai, meski ada pengecualian tertentu demi kebutuhan strategis partai ke depan,”

Khusus untuk Kota Solo, terdapat sekitar ratusan peserta dari eks Karesidenan Surakarta. Seperti Kota Surakarta terdapat 65 peserta yang mengikuti wawancara.

“Sementara wilayah lain seperti Sragen diikuti 101 orang, Karanganyar 79 orang, dan Wonogiri lebih dari 100 orang.”

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Sragen, Untung Wibowo Sukawati, yang akrab disapa Mas Bowo, mengonfirmasi bahwa seluruh peserta yang diundang hadir memenuhi panggilan tes. Tahapan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian seleksi yang sebelumnya telah dilakukan secara daring.

“Yang kita undang 101 orang, dan tadi yang ikut tes juga 101 kader. Semuanya sudah mengikuti tes online sebelumnya,” ujar Mas Bowo saat turut memantau pelaksanaan tes wawancara di DPC PDI Perjuangan Surakarta.

Untung Wibowo Sukowati, Ketua DPC PDI Perjuangan  Kabupaten Sragen. foto istimewa

Satu hal yang menarik dalam seleksi kali ini adalah kuatnya nuansa regenerasi. Mas Bowo mengungkapkan bahwa komposisi peserta didominasi oleh wajah-wajah baru dari kalangan generasi muda. Setidaknya, terdapat sekitar 40 persen keterwakilan anak muda atau Gen-Z.dalam bursa calon pimpinan tingkat kecamatan tersebut.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurutnya, partai memang sengaja membuka ruang bagi anak muda agar mereka memahami mekanisme organisasi sejak dini.

“Ada sekitar 40 persen anak-anak muda yang memang kita libatkan. Yang penting mereka tahu dulu bagaimana mekanisme kepartaian, sehingga mereka tertarik untuk bergerak ke depannya,” katanya menjelaskan.

Ia menambahkan, para kader muda ini tidak muncul begitu saja. Mayoritas telah melalui proses kaderisasi internal, salah satunya melalui wadah komunitas juang.

Meski proses wawancara telah usai, nasib ke-101 peserta tersebut kini berada di tangan pengurus tingkat provinsi. Mas Bowo menegaskan bahwa DPC hanya memfasilitasi jalannya seleksi, sementara keputusan akhir merupakan kewenangan penuh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

“Kalau untuk hasilnya kapan diumumkan, itu sudah masuk domain DPD. Semuanya kami serahkan ke DPD.”

Penjaringan calon Ketua PAC ini diharapkan mampu memperkuat mesin partai di tingkat akar rumput, khususnya di wilayah Kabupaten Sragen, melalui kombinasi pengalaman tokoh senior dan semangat progresif dari kader muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *