Ki Lawu Warta Serukan Kesadaran Merawat Bumi dalam Festival Kemarau Lawu

0
Ki Arta Lawu, dalam persiapan performing di festival kemarau lawu trah setamanan. (sarsito)

Karanganyar – Semangat pelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan menjadi pesan utama yang disampaikan budayawan Ki Lawu Warta (73) dari Jagalan Tengah, Solo, dalam rangkaian acara Festival Kemarau Lawu yang digelar oleh komunitas Trah Setamanan Gunung Lawu.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Merawat Bumi, Ngruwat Manungsa”, Ki Lawu Warta menegaskan bahwa bumi merupakan sumber utama kehidupan yang harus dijaga keberlangsungannya. Menurutnya, kerusakan alam yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan sosial dan spiritual manusia.

“Bumi adalah sumber kehidupan. Ketika kita merawat bumi, sesungguhnya kita sedang merawat masa depan manusia. Ngruwat manungsa berarti mengembalikan manusia kepada kesadaran fitrahnya sebagai bagian dari alam semesta,” ujar Ki Lawu Warta yang juga dikenal sebagai pembina Sanggar Teater Jagat di Solo.

Festival Kemarau Lawu menjadi ruang pertemuan antara budaya, spiritualitas, dan kepedulian lingkungan. Melalui berbagai kegiatan budaya dan refleksi bersama, peserta diajak memahami kembali hubungan harmonis antara manusia dan alam, sebuah nilai yang telah lama hidup dalam tradisi masyarakat lereng Gunung Lawu.

Pesan yang disampaikan Ki Lawu Warta sejalan dengan berbagai kearifan lokal masyarakat lereng Lawu yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari kehidupan budaya dan spiritual masyarakat. Tradisi-tradisi tersebut mengandung nilai menjaga keseimbangan alam, kebersihan lingkungan, serta rasa syukur atas sumber daya yang diberikan alam.

Melalui Festival Kemarau Lawu, penyelenggara berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus tumbuh. Di tengah berbagai tantangan perubahan iklim dan kerusakan ekosistem, kegiatan budaya semacam ini dinilai menjadi media efektif untuk mengingatkan manusia agar kembali hidup selaras dengan alam.

Tentang Ki Lawu Warta

Ki Lawu Warta merupakan budayawan senior berusia 73 tahun yang bermukim di Jagalan Tengah, Solo. Ia aktif mengembangkan seni dan budaya melalui Sanggar Teater Jagat serta dikenal sebagai tokoh yang konsisten mengangkat nilai-nilai kearifan lokal, pelestarian alam, dan kemanusiaan dalam berbagai kegiatan budaya di kawasan Gunung Lawu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *