Dari Perjuangan Melawan Penyakit Hingga Meraih Kesuksesan Finansial di AFC

0
Ibu Andini memegang produk AFC. foto istimewa

Ibu Andini memegang produk AFC. foto istimewa

Idnews.id SRAGEN – Bu Andriani, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif di Dinas Sosial Kabupaten Sragen, membagikan kisah inspiratifnya mengenai transformasi kesehatan dan ekonomi yang ia alami setelah bergabung dengan AFC (Asayama Family Club). Di usianya yang menginjak 58 tahun, Andriani membuktikan bahwa tantangan kesehatan dan keraguan keluarga bukan penghalang untuk meraih kesuksesan.

Awal mula keterlibatan Andriani dengan AFC didorong oleh masalah kesehatan serius, yakni penyakit asam lambung yang mengharuskannya menjalani prosedur endoskopi. Enggan bergantung pada obat-obatan kimia karena khawatir akan efek samping pada ginjal, ia memutuskan untuk mencari alternatif lain.

Saya mencari alternatif yang membuat tubuh saya sehat tanpa ginjal saya bermasalah. Akhirnya saya dikenalkan produk AFC, Utsukushhii dan Subarashi. Setelah konsumsi rutin, semua permasalahan asam lambung saya teratasi. Saya merasa lebih sehat, bugar, dan energik,” ujar Andriani saat ditemui di LOP Sragen baru-baru ini.

Keberhasilan secara medis ini memicu Andriani untuk mulai menjalankan bisnisnya. Meski awalnya sempat ditentang oleh suami dan anak-anaknya yang mengkhawatirkan kondisi fisiknya, Andriani tetap teguh. Ia berhasil membuktikan keputusannya dengan pencapaian yang luar biasa. Hanya dalam waktu satu tahun fokus, ia berhasil meraih rank Toreda.

Manfaat finansial yang didapatkan pun tidak main-main. Pada bulan April lalu, Andriani menerima transferan bonus sebesar Rp25 juta, sebuah angka yang diakuinya berkali-kali lipat dari gajinya sebagai PNS. Dari hasil bisnis AFC ini, ia telah mampu membeli mobil secara tunai, aset tanah, hingga membiayai pembangunan rumah untuk anaknya senilai hampir Rp1 miliar.

Tak hanya sukses secara pribadi, Andriani juga dikenal karena kepeduliannya membantu tim. Ia sering membantu mitra bisnis yang sedang kesulitan ekonomi, seperti membantu seorang guru P3K yang kehilangan motor hingga membantu rekan tim lainnya melunasi hutang melalui sistem pinjam produk untuk modal awal.

“Di AFC ini nyata dan tidak bohong. Apa yang kita kerjakan, itulah yang dibayar. Saya ingin membimbing tim saya sampai sukses, karena itu adalah tugas saya sebagai sponsor,” tegasnya.

Menjelang masa pensiunnya pada November mendatang, Andriani mengajak masyarakat, terutama generasi muda dan mereka yang sedang berjuang dari nol, untuk tidak ragu bergabung. Baginya, AFC bukan sekadar bisnis, melainkan wadah untuk berbagi kesehatan dan kesejahteraan bagi sesama. (Sarsito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *