DPD WANITA TANI HKTI JATENG GANDENG UPF YANKESTRAD RS dr SARDJITO KEMBANGKAN TAMAN GIZI, URBAN FARMING DI PUNGGAWAN BANJARSARI SURAKARTA

0
Ketua DPD Wanita Tani HKTI Jawa Tengah, ibu Amy Suratmi Kadiono sedang memberikan keterangan kepada media terkait kegiatan penyuhan tanaman obat dan pemanfaatan lahan sempit untuk pertanian di wilayah perkotaan (urban farming) di Kelurahan Punggawan  Kecamatan BanjarsariKota Surakarta

SURAKARTA – DPD Wanita Tani HKTI Jawa Tengah bersama Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Pelayanan Kesehatan Tradisional RSUP Dr. Sardjito Tawangmangu menggelar penyuluhan tanaman obat tradisional sekaligus koordinasi pemetaan (mapping) pilot project Taman Gizi Kelurahan Punggawan, Kamis (18/6/2026), di Pendopo Rumah H. Wiranto, RT 03/RW 05 Kelurahan Punggawan, Kota Surakarta.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua dan jajaran Pengurus DPD Wanita Tani HKTI Jawa Tengah, Koordinator Wanita Tani HKTI Solo Raya Tuti Marikayanti, Ketua DPC Wanita Tani HKTI se-Solo Raya beserta bidang hortikultura dan lingkungan hidup, perangkat kelurahan, ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Lurah Punggawan Christyaningrum Dwi Budi Rahayu Suprapto, S.Sos., M.Si, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya RW 05 Kelurahan Punggawan sebagai lokasi percontohan Taman Gizi di Kota Surakarta. Menurutnya, program tersebut menjadi kehormatan sekaligus peluang untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga berbasis masyarakat.

“Kelurahan Punggawan, khususnya RW 05, sangat bangga menjadi pilot project Taman Gizi. Kami berharap seluruh warga dapat mendukung program ini sehingga menjadi percontohan bagi wilayah lain,” ujarnya.

Lurah juga menjelaskan bahwa telah dibentuk Gapoktan Rumpun Padi GS 08 sebagai wadah pengembangan pertanian perkotaan sekaligus upaya mencetak petani milenial di wilayah Punggawan.

Ketua DPD Wanita Tani HKTI Jawa Tengah, ibu Amy Suratmi Kadiono, menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan terbatas di kawasan perkotaan untuk menghasilkan sumber pangan sehat dan bernilai ekonomi. Menurutnya, urban farming menjadi solusi strategis dalam menghadapi keterbatasan lahan sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.

Sementara itu, tim dari UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional RSUP Dr. Sardjito Tawangmangu memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan penerapan pertanian perkotaan pada lahan sempit. Materi yang disampaikan mencakup manfaat tanaman herbal bagi kesehatan keluarga serta teknik budidaya yang mudah diterapkan oleh masyarakat perkotaan.

Kegiatan ini menjadi langkah awal pengembangan Taman Gizi Kelurahan Punggawan yang mengintegrasikan tanaman pangan, tanaman obat, dan edukasi pertanian berkelanjutan berbasis masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi keluarga sekaligus memperkuat budaya bercocok tanam di lingkungan perkotaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *