Pagelaran Wayang Kulit “Wahyu Kamulyan” Semarakkan Bulan Bakti Gotong Royong di Nogosari
Ribut Budi Santoso sedang memberikan sambutan pada pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Kamulyan dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong di Nogosari
idnews.id Boyolali – Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat, masyarakat Rejosari, Desa Bendo Kecamatan Nogosari menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Kamulyan yang dibawakan oleh dalang kondang Ki Purbo Carita, Sabtu malam.
Kegiatan budaya yang berlangsung meriah tersebut digelar di wilayah Nogosari, Kabupaten Boyolali, dan dihadiri berbagai tokoh masyarakat, unsur pemerintahan, serta perwakilan legislatif daerah. Acara menjadi momentum mempererat kebersamaan warga sekaligus melestarikan seni budaya tradisional Jawa.

Dalam sambutannya, Ribut Budi Santoso menyampaikan pentingnya menjaga semangat gotong royong sebagai pondasi kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, budaya gotong royong harus terus dirawat di tengah perkembangan zaman agar nilai kebersamaan dan solidaritas sosial tetap hidup di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan budaya seperti ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperkuat nilai persatuan, kekeluargaan, dan pelestarian budaya lokal,” ujar Ribut Budi Santoso di hadapan warga yang hadir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat setempat, di antaranya kepala desa setempat, anggota DPRD Kabupaten Boyolali Eni Susilowati selaku tuan rumah, Tiyono, serta Gamma Wijaya.
Pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Kamulyan dipilih karena sarat pesan moral tentang kepemimpinan, kemuliaan hidup, serta pentingnya kebijaksanaan dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak awal hingga akhir pertunjukan.
Selain menjadi bagian dari peringatan Bulan Bakti Gotong Royong, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya tradisional, khususnya seni wayang kulit sebagai warisan budaya bangsa. (Sarsito/Fikri Rivaldi)