Tokoh Muda sekaligus Anggota DPRD Karanganyar, membagi Zakat Fitrahnya langsung kepada pekerja sektor informal di beberapa tempat
Wawan Pramono anggota DPRD Kabupaten Karanganyar dari Fraksi Gerindra, bagi zakat berupa beras dan uang kepada pekerja sektor informal di beberapa tempat di Colomadu.
KARANGANYAR- Menjelang Idulfitri, tokoh muda sekaligus anggota DPRD Karanganyar dari fraksi Gerindra Wawan Pramono turun langsung menyalurkan zakat fitrah kepada tukang becak dan sopir taksi di Colomadu.
Aksi sosial ini menyasar pekerja sektor informal yang sehari-hari menggantungkan hidup dari penghasilan harian, menghadirkan bantuan tepat di tengah aktivitas mereka. Distribusi dilakukan di kawasan Pasar Colomadu hingga perempatan dan pertigaan jalan, Setiap penerima mendapatkan paket bantuan berupa beras seberat 2,5 kilogram dan uang tunai Rp50.000. Bantuan ini diharapkan meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus membawa kebahagiaan menjelang Lebaran. Warga Paulan, Danu Wibowo, menilai kegiatan Wawan Pramono sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kecil, terutama mereka yang terdampak kondisi ekonomi.

“Alhamdulillah, bantuan ini bisa disalurkan kepada tukang becak dan sopir taksi. Semoga dapat membantu kebutuhan keluarga mereka menjelang Idulfitri,” ujar Danu, Kamis (19/3/2026). Menurut Danu, pekerja harian seperti tukang becak, supir taksi, serta kelompok yang paling rentan, termasuk kaum Dhuafa. Terlebih saat kebutuhan rumah tangga meningkat menjelang hari raya. Penghasilan mereka yang tidak menentu membuat persiapan lebaran menjadi tantangan tersendiri.
Wawan Pramono menegaskan, aksi berbagi seperti ini penting untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. “Momentum Idulfitri adalah waktu tepat untuk memperkuat solidaritas. Kegiatan seperti ini sangat positif dan semoga dapat terus dilakukan,” kata Wawan. Para penerima bantuan menyambut kegiatan ini dengan antusias. Banyak yang menilai bantuan beras dan uang tunai sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga. Salah seorang sopir taksi menyebut bantuan ini cukup membantu mempersiapkan kebutuhan hari raya. Aksi sosial yang dilakukan Wawan Pramono menjadi cermin bahwa tradisi berbagi dan kepedulian terhadap sesama masih kuat di masyarakat. Kehadiran tokoh publik di lapangan bukan sekadar simbol, tetapi memberi dorongan agar solidaritas sosial tetap hidup, bahkan di luar momentum Lebaran. Langkah nyata ini juga diharapkan menginspirasi pihak lain untuk ikut berbagi sesuai kemampuan, sehingga semangat kebersamaan dan gotong royong dapat terus dirasakan masyarakat di berbagai daerah. (Sarsito)