Budiono Rahmadi Kembali Nakhodai Demokrat Sragen, Fokus Kaderisasi dan Regenerasi
SRAGEN – Budiono Rahmadi kembali dipercaya memimpin DPC Partai Demokrat Sragen untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat se-Jawa Tengah yang digelar di Hotel Horizon Semarang, Minggu (30/8/2026) malam.
Dalam Muscab tersebut, Budiono menjadi satu-satunya kandidat yang memperoleh dukungan penuh dari seluruh unsur pemilih. Total terdapat 23 suara yang terdiri atas 20 suara dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), satu suara DPC, satu suara DPD, dan satu suara DPP.
Budiono mengatakan, Muscab Partai Demokrat se-Jawa Tengah dilaksanakan secara serentak dengan pembagian dalam enam jadwal. DPC Partai Demokrat Sragen mendapat giliran ketiga, yang berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB.
“Pemilih terdiri dari unsur PAC 20 suara, DPC satu suara, DPD satu suara, dan DPP satu suara. Total ada 23 suara. Sebenarnya ada unsur organisasi sayap, tetapi Sragen tidak memiliki organisasi sayap sehingga tidak ada suaranya,” kata Budiono kepada Espos, Senin (31/8/2026).
Selain menetapkan ketua DPC, Muscab juga membentuk tim formatur yang terdiri atas sembilan orang. Formatur tersebut diberi waktu maksimal 30 hari untuk menyusun struktur kepengurusan DPC Partai Demokrat Sragen periode mendatang.
Para pengurus dan kader Partai Demokrat Sragen mengikuti Muscab dengan berangkat bersama menggunakan bus dari kantor DPC Partai Demokrat Sragen pada Minggu siang menuju Semarang.
Memasuki periode kepemimpinan ketiga, Budiono menyebut kaderisasi dan regenerasi menjadi dua agenda utama yang akan mendapat perhatian lebih besar. Ia berharap langkah tersebut dapat memperkuat organisasi sekaligus mendorong Partai Demokrat Sragen semakin berkembang.
“Saya sebagai ketua memiliki visi dan misi yang intinya ingin menjadikan partai yang aspiratif sehingga bisa memperjuangkan harapan-harapan masyarakat. Partai juga harus terjun langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Budiono menambahkan, Demokrat Sragen juga memasang target politik untuk dapat memperoleh kursi legislatif di setiap daerah pemilihan (dapil). Untuk mewujudkan target tersebut, penguatan struktur dan kedekatan dengan masyarakat dinilai menjadi bagian penting yang harus terus dilakukan.
“Targetnya masing-masing daerah pemilihan ada kursi,” tegasnya. (toji)
