Lomba Fashion Show “Batik Trendi” Jadi Ajang Pengembangan Bakat dan Kepercayaan Diri Anak
Solo – Lomba Fashion Show bertema “Batik Trendi” yang diselenggarakan melalui kerja sama Luwes Kestalan dan Esaje Sikop Community berlangsung meriah dengan diikuti puluhan peserta anak dari berbagai daerah. Kegiatan ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu Kategori A dan Kategori B, sebagai wadah bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas serta bakat mereka di dunia fashion.
Ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga media edukasi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia. Dengan mengusung konsep batik yang modern dan kekinian, para peserta tampil percaya diri membawakan beragam kreasi busana di atas panggung.
Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah Zain Pino Alva Rendra, anak berusia 5,5 tahun asal Bulusulur, Wonogiri. Putra kedua dari pasangan Pipin dan Diah ini tampil mengenakan busana batik trendi kasual yang sesuai dengan karakter anak-anak aktif dan ceria.

Meski masih berusia muda, Zain telah mulai belajar dunia modelling sejak tahun 2025. Pengalaman tersebut membantunya tampil lebih berani dan percaya diri saat berjalan di atas catwalk. Selain menekuni modelling, Zain memiliki hobi bermain bulu tangkis dan, seperti kebanyakan anak seusianya, sangat menyukai permainan sepak bola bersama teman-temannya.
Orang tua Zain mengungkapkan bahwa keikutsertaan putranya dalam lomba fashion show bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi sebagai sarana pembentukan karakter. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat membantu Zain menjadi pribadi yang lebih percaya diri saat tampil di depan banyak orang, mandiri dalam berbagai situasi, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.
Menurut penyelenggara, lomba Fashion Show “Batik Trendi” diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuan bersosialisasi sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mengenalkan batik kepada generasi muda melalui pendekatan yang menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Dengan antusiasme puluhan peserta yang mengikuti perlombaan, kegiatan ini membuktikan bahwa batik tetap memiliki daya tarik kuat di kalangan anak-anak sekaligus menjadi sarana efektif untuk membangun karakter dan kepercayaan diri generasi penerus bangsa.